Senin, 07 September 2009

HIDUP BIJAKSANA DI AKHIR ZAMAN

Efesus 5:16-18.

Banyak orang tergelincir dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan kebenaran Allah, karena tidak memahami prinsip-prinsip Alkitab. Apalagi akhir zaman tidak menawarkan hidup yang semakin mudah, sebaliknya hidup akan menjadi lebih sukar dan kompleks. Mungkinkah orang Kristen tetap bertahan dalam kondisi yang sedemikian? Mari kita cermati nasehat Firman Tuhan berikut ini untuk hidup bijaksana :


PERTAMA, PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA (16). Kita diberi oleh Tuhan waktu yang sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, begitu seterusnya. Karena hari-hari ini adalah jahat. Alkitab menuntun kita untuk tidak menghabiskan waktu bagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan kekekalan. Suatu kali kelak kita harus mempertanggung jawabkan penggunaan waktu yang telah Ia berikan. Menurut Anda bagaimana kita menggunakan waktu dengan baik, agar berkaitan dengan kekekalan?


KEDUA, PAHAMI KEHENDAK TUHAN (3-6). Orang tersesat karena tidak memahami kehendak Tuhan. Mereka berjalan dengan kekuatan sendiri atau atas petunjuk ajaran sesat. Kita harus memahami kehendak Tuhan, agar dapat hidup bijaksana di akhir zaman ini. Semakin kita memahami kehendakNya, semakin tepat kita akan mengambil sebuah keputusan. Dalam ayat ini, jika tidak mengetahui kehendakNya, kita digolongkan sebagai orang bodoh. Bagaimana Anda memahami kehendak Tuhan dalam hidup Anda?


KETIGA, PENUHLAH DENGAN ROH KUDUS (7-12). Selain menggunakan waktu dengan bijak dan memahami kehendak Tuhan, tentu kita membutuhkan kuasa Illahi dinyatakan atas kita. Kuasa itu datang dari RohNya sendiri. Uniknya kepenuhan Roh Kudus dikontraksikan dengan mabuk anggur. Orang yang mabuk akan dikuasai dan dikendalikan sepenuhnya oleh kemabukannya, sebaliknya orang yang penuh Roh Kudus juga akan dikendalikan dan dikuasai oleh Roh Kudus. Apakah Anda sudah penuh dengan Roh Kudus? Apakah tandanya jika seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus?


S4 – SASARAN DAN RENCANA. Hidup yang singkat dan hanya sekali ini tidak seharusnya diisi dengan hal-hal yang berakhir di pintu kubur. Tetapi harus banyak digerakkan oleh kekekalan pada masa yang akan dating. Ambillah sebuah keputusan penting berkaitan dengan hal ini.

WAKTUNYA SUDAH DEKAT

I Timotius 4:6-10

Salah satu penanda akan datangnya hari Tuhan adalah munculnya ajaran sesat di seluruh dunia. Penyesat-penyesat itu akan membuat orang-orang meninggalkan kepercayaannya kepada Tuhan, sehingga akhirnya mereka murtad. Bagaimana orang percaya menghadapi waktu yang kian mendekat itu berdasarkan Alkitab?


PERTAMA, MILIKI PEMAHAMAN AKAN KEBENARAN (6). Tidak ada cara lain yang lebih efektif untuk menangkal penyesatan, kecuali kita tertanam kokoh pada kebenaran. Hal ini bisa terjadi jika mau di didik dalam soal-soal pokok iman Kristen dan dalam ajaran yang sehat. Sendengkanlah telinga kepada kebenaran, bukan kepada ajaran-ajaran yang palsu. Apakah respon Anda jika mendengar sebuah pengajaran? Apakah Anda langsung mempercayainya?


KEDUA, MILIKI KEHIDUPAN IBADAH (7-8). Paulus mengajarkan kepada Timotius bahwa latihan badani terbatas gunanya. Itu sebabnya ia mendorong agar Timotius melatih diri beribadah. Ibadah adalah sesuatu yang harus terus dilatih dan dibiasakan. Firman Tuhan menegaskan, bahwa ibadah bukan hanya berguna pada masa kini, tetapi berkaitan dengan masa depan. Menjelang kedatangan Tuhan, disiplin rohani dalam ibadah harus ditingkatkan. Halangan terbesar, apakah yang merintangi kehidupan ibadah Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?


KETIGA, MILIKI KEHIDUPAN PELAYANAN (10). Selain pemahaman akan kebenaran dan kehidupan ibadah yang terjaga, kita juga harus meningkatkan diri dalam pelayanan. Panggilan yang telah Tuhan tetapkan bagi kita untuk melayani harus senantiasa terngiang. Bahkan untuk hal itu kita harus “berjerih lelah” dan “berjuang”, karena besar pengharapan yang terkandung di dalamnya. Ketika berjumpa dengan Tuhan kelak. Hal inilah yang akan kita pertanggung jawabkan. Bagaimana dengan kehidupan pelayanan Anda?


S4 – SASARAN DAN RENCANA. Waktunya telah dekat, sudah diambang pintu. Persiapkan diri agar kita di dapati berjaga-jaga pada waktu kedatanganNya.

KUASA ALLAH DI AKHIR ZAMAN

Markus 16:16-18; Kisah 1:1-8.

Kristus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah yang digagasNya adalah sebuah kerajaan yang menekankan tentang kuasa / otoritas. Kuasa itu tidak hanya dimonopoli oleh Yesus sebagai Raja, tetapi juga diberikan kepada setan juga. Kita diberi kuasa untuk mengusir setan demi namaNya, Tetapi juga diberikan kepada gereja sebagai bagian dari Kerajaan Allah. Kuasa apa saja yang dimiliki gereja di akhir zaman?


PERTAMA, KUASA ATAS SETAN (Mark. 16:17). Banyak orang yang meyakini bahwa setan amat berkuasa atas kehidupan manusia. Mereka tidak terkalahkan. Jika hal ini dipahami dalam konteks di luar Kerajaan Allah mungkin ada benarnya. Tetapi Tuhan Yesus telah mengalahkan setan dan kuasaNya telah diberikan kepada kita untuk mengusir setan juga. Kita diberi kuasa untuk mengusir setan demi namaNya, bukan dengan kuasa kita. Ceritakanlah pengalaman Anda dalam menerapkan Firman Tuhan ini?


KEDUA, KUASA ATAS SAKIT-PENYAKIT (Mark. 16:18). Semakin dunia tua, semakin kita menemukan berbagai macam penyakit yang aneh-aneh. Yang terakhir, dunia dihebohkan dengan virus H1N1 (Flu Babi), setelah ada flu burung dan berbagai macam penyakit yang lain. Tetapi Tuhan menjanjikan, bahwa orang-orang percaya diberi kuasa untuk meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang sakit itu akan sembuh. Apakah Anda pernah melakukan prinsip Firman Tuhan ini? Ceritakanlah !


KETIGA, KUASA UNTUK MENJADI SAKSI (KISAH 1:8). Tuhan mengatakan bahwa kita tidak perlu mengetahui waktu dan masa yang ditetapkan Bapa (Kis. 1:7). Kit justru di dorong untuk menfokuskan diri kepada tugas untuk menjadi saksi Kristus. Tugas ini memang selalu di dengungkan, tetapi tidak sedikit juga orang percaya yang mengalami ketakutan melakukannya. Ketakutan itu akan sirna, jika kita memahami bahwa Ia memberi kuasa untuk menjadi saksi setelah setelah Roh Kudusnya mendiami orang percaya. Apakah Anda masih mengalami ketakutan yang sama? Mengapa?


SASARAN DAN RENCANA. Jangan bimbang dan ragu untuk menghadapi segala bentuk tantangan pada akhir zaman kuasa Allah sudah dicurahkan bagi kita untuk kita gunakan.

MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN

II Tesalonika 2:1-12.

Heboh yang paling mutahir tentang kedatangan hari kiamat adalah ramalan bangsa Indian Maya yang kalendernya terakhir pada 21 Desember 2012. Sesudah itu akan muncul sebuah zaman baru pada 2013. Apakah zaman memang akan berakhir pada tanggal itu atau ramalan itu merupakan salah satu dari tanda-tanda zaman? Mari kita selidiki kebenarannya melalui pembahasan kita terhadap ayat diatas. Apa nasehat Firman Tuhan?


PERTAMA, JANGAN BINGUNG DAN GELISAH (2). Membicarakan hal-hal yang terjadi di masa depan memang menarik, sekaligus membingungkan karena belum terjadi. Itulah sebabnya pembicaraan mengenai akhir zaman juga selalu menarik perhatian, terutama jika berbicara masalah kapan waktunya. Banyak orang telah disesatkan tentang hal ini, tetapi Alkitab menegaskan agar tidak bingung dan gelisah. Tetaplah berpegang kepada kebenaran FirmanNya. Apakah respon Anda jika mendengar berita tentang kedatangan Tuhan yang ditentukan hari dan tanggalnya?


KEDUA, PAHAMI TANDA-TANDANYA (3-6). Beberapa tanda yang disebutkan dalam ayat ini adalah akan munculnya penyesatan, adanya orang-orang yang murtad dan juga munculnya manusia durhaka (antikristus). Kita melihat akan adanya penyesatan dan kemurtadan sejak lama. Jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Namun hingga kini, kemunculan seorang antikristus masih menjadi misteri. Ada banyak orang yang sempat dicurigai sebagai antikristus, tetapi Alkitab tidak membuktikan demikian. Apa sikap dan tindakan Anda terhadap orang-orang yang disesatkan atau yang murtad?


KETIGA ANDALKAN KUASA ROH KUDUS (7-12). Banyak penafsir menyatakan bahwa “penahan” kedurhakaan dalam ayat ini adalah Roh Kudus. Pada masanya (masa kesusahan besar), Roh Kudus akan disingkirkan dan kuasa antikristus akan semakin merajalela. Karena itu menghadapi akhir zaman ini kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri. Roh Kudus, Pribadi Allah sendiri kiranya menjadi Penolong yang kita andalkan. Ceritakanlah pengalaman kebingungan Anda terhadap akhir zaman dan bagaimana solusinya?


SASARAN DAN RENCANA. Jangan cepat percaya dengan berita apapun yang landasannya bukan pada kebenaran Alkitab. Sebaliknya selidiki kebenaranNya agar kita dapat membaca tanda-tanda zaman.

GEREJA YANG MEMBERKATI LINGKUNGAN

Yeremia 29:7

Pada ayat ini, Tuhan memerintahkan agar bangsa Israel yang di pembuangan yaitu di Babel tetap menjadi berkat bagi bangsa tersebut. Memang sebagai orang buangan, tentunya mereka dianggap masyarakat kelas dua, namun firman Tuhan mengingatkan bahwa kesejahteraan kota dimana mereka dibuang mempengaruhi kesejahteraan mereka juga. Artinya, kota sejahtera, maka mereka pun sejahtera. Demikian pula halnya dengan gereja, dimanapun Tuhan menempatkan (membuang), gereja-gereja harus mengusahakan dan berdoa untuk kesejahteraan kota dan bangsa. Bila bangsa kita Indonesia sejahtera, maka gereja pun di bangsa ini akan sejahtera. Bagaimanakah gereja memberkati lingkungan agar hidup dalam kesejahteraan?


1. Gereja mengusahakan kesejahteraan lingkungan.

Firman Tuhan mengingatkan, bahwa gereja tidak boleh berdiam diri, tetapi bertindak (berusaha/mengusahakan). Hal-hal apakah yang dapat dilakukan oleh gereja?

a. Menjaga lingkungan dalam keadaan bersih, misalnya: membersihkan selokan-selokan, menanam pohon, pembangunan jalan (bila ada yang rusak), dll.

b. Menolong masyarakat di sekitar lingkungan gereja melalui bakti sosial, pelayanan kesehatan, membuka lowongan pekerjaan, membuka pelayanan pendidikan gratis, dll.

c. Mendukung program lingkungan setempat seperti karang taruna, posyandu, siskamling, dll.

2. Gereja berdoa untuk kesejahteraan lingkungan.

Selain hal-hal yang praktis dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, gereja juga harus terus memberkati lingkungan di dalam doa, memohon lawatan dan pemulihan dari Tuhan. Berdoa agar atmosfir rohani di lingkungan boleh kondusif, aman, hubungan antar masyarakat, agama boleh terjalin dengan baik. Marilah kita terus berdoa sampai sesuatu terjadi atas bangsa kita Indonesia. Masihkah Anda berdoa bagi pemulihan bangsa ini?


S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Mulailah terlibat dalam pelayanan memberkati lingkungan dengan berdoa dan terlibat dalam pelayanan bersih lingkungan, bakti sosial, ataupun pelayanan sosial lainnya agar gereja dapat menjadi terang bagi lingkungan sekitar.

MENEGAKKAN KERAJAAN ALLAH

Matius 13:31-33

Pada ayat-ayat yang telah dibaca, Yesus membentangkan sebuah perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi untuk menjelaskan tentang Kerajaan Sorga = Kerajaan Allah (pemilihan kata Sorga/Allah yang digunakan oleh penulis kitab Injil disesuaikan dengan siapa pembaca/penerima surat). Memang banyak buku yang telah beredar tentang hal ini, khususnya tentang bagaimana menghadirkan Kerajaan Allah di Marketplace. Namun, saat ini kita mau belajar, sesungguhnya bagaimanakah menegakkan Kerajaan Allah dalam dunia ini, menurut Yesus?


PERTAMA, Bertumbuh dan menjadi berkat (ay.31-32)

Siapa yang membawa benih Kerajaan Allah dalam dunia ini? Tentunya, Yesus sang Rajalah yang membawanya. Matius 12:28, menjelaskan bahwa “ketika Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah Datang.” Berarti sejak Yesus hadir, Kerajaan Allah telah hadir pula dalam dunia ini. Kerajaan Allah bertumbuh, dan berdampak melalui gereja sebagai anggota Kerajaan Allah. Ketika gereja terus bertumbuh secara kuantitas & kualitas, yaitu menghadirkan kuasa Allah) serta berdampak melalui gaya hidup kerajaan Allah (melakukan ajaran Yesus = KASIH), maka sesungguhnya Kerajaan Allah sedang ditegakkan dalam dunia ini. Sudahkah Anda menghadirkan Kerajaan Allah melalui Kuasa Allah yang bekerja melalui hidup Anda dan gaya hidup yang sesuai dengan gaya hidup Kerajaan Allah?


2. Bersosialisasi agar dapat berdampak (ay.33)

Gereja bukanlah pribadi-pribadi yang ekslusif yang hanya bergaul dengan sesama orang percaya, melainkan gereja adalah seumpama ragi yang bergaul, bersosialisasi, berinteraksi dengan orang lain yang belum percaya agar dapat memberikan pengaruh dan menghadirkan Kerajaan Allah bagi mereka (melalui kuasa Allah yang berkerja dan gaya hidup yang memberkati). Mungkinkah kita menjadi berkat tanpa bergaul dengan orang lain? Tentunya sulit bukan? Oleh karena itu, maukah Anda membuka diri dan mulai menjalin hubungan dengan orang lain agar Kerajaan Allah ditegakkan dalam dunia ini?


S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Mulailah hidup dalam kuasa Allah dan milikilah gaya hidup Kerajaan Allah dan selanjutnya membuka diri dengan dunia untuk menegakkan Kerajaan Allah dalam dunia ini.

PUASA BAGI KOTA DAN BANGSA

Yunus 3:1-10

Kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah anugerah dari Tuhan untuk bangsa ini. Setelah 350 tahun dijajah, akhirnya bangsa kita mengalami kemerdekaan. Namun setelah merdeka selama 64 tahun, ternyata bangsa kita masih berada dalam penjajahan. Ya! Bangsa kita bebas secara fisik, tetapi secara moral dan spritual bangsa kita masih terjajah. Buktinya, kemorosotan moral ada di bangsa kita ;para pejabat yang korupsi, masyarakat yang hidup dalam perzinahan, generasi muda yang terikat narkoba, hidup dalam freeseks, ketidakjujuran, krisis ekonomi, dan tentunya secara rohani masih banyak yang terikat dengan kuasa kegelapan, kebencian terhadap kekristenan, kebutaan secara rohani (belum menerima keselamatan). Menyadari hal tersebut di atas, apakah yang dapat dilakukan oleh gereja Tuhan untuk bangsa tercinta ini?


1. Membawa suara kenabian bagi kota dan bangsa (ay.1-4)

Kehadiran gereja di kota dan bangsa ini, tidak hanya melakukan aksi-aksi sosial tetapi harus mulai bergerak dalam menyampaikan suara, pesan Tuhan bagi bangsa ini. Tanpa firman Tuhan, kota Niniwe tidak pernah tahu kalau mereka hidup jahat di mata Tuhan. Firman Tuhan menunjukkan kesalahan-kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran umat manusia. Sudahkah gereja menjadi alat Tuhan dalam menyampaikan pesan-pesanNya?


2. Merendahkan diri dengan berpuasa (ay.5-7)

Pada ayat 5, dituliskan bahwa orang-orang Niniwe percaya kepada Tuhan dan mereka berpuasa. Memang bangsa Niniwe adalah orang kafir (tidak percaya) namun ketika mendengar suara Tuhan, mau bertobat dan merendahkan diri. Bagaimana dengan di Indonesia? Tentunya, yang merendahkan diri dan berpuasa adalah mereka yang tahu akan kebenaran dan yang percaya kepada Tuhan terlebih dahulu, yaitu gereja. Kita tidak dapat menuntut orang yang belum percaya untuk bertobat, pertobatan harus dimulai dari dalam gereja Tuhan. Kita merendahkan diri dengan berpuasa memohon belas kasihan Tuhan atas kota dan bangsa agar mengalami pemulihan dan lawatan Allah. Bukankah gereja adalah juga warganegara Indonesia? Pernahkah Anda berpuasa untuk kota dan bangsa?


3. Memohon belaskasihan Allah melalui Doa & Pertobatan(ay.8-9)

Selain berpuasa dan berdoa, bangsa Niniwe juga berseru kepada Tuhan memohon belas kasihanNya agar murka/hukuman dari Tuhan dicabut. Puasa dan doa serta pertobatan yang sungguh-sungguh dari hal-hal yang jahat merupakan tindakan yang dapat menghadirkan belas kasihan Allah. Sudahkah gereja bertobat dari jalan-jalannya yang jahat? Dan mulai berseru memohon lawatan Allah bagi bangsa ini?


S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Mulailah ambil komitmen untuk menyediakan waktu khusus berpuasa dan berdoa bagi kota dan bangsa.