Senin, 16 Maret 2009

HIDUP BERPRESTASI


Daniel 1:1-9.

Daniel dan ketiga temannya yakni, Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah sosok yang berprestasi, meskipun tidak di dukung oleh kondisi dan situasi. Dengan prestasi kehidupan yang dihasilkannya, nama Tuhan dipermuliakan dan orang-orang yang tidak percaya mengakui kehebatan Tuhan. Apa saja teladan Daniel dan kawan-kawan bagi kita untuk hidup berprestasi?


PERTAMA, MAU DI DIDIK DAN DIAJAR (1:5).

Prestasi tidak muncul dengan sendirinya, tetapi merupakan sesuatu yang harus diusahakan. Untuk memiliki prestasi, Daniel dkk harus di didik selama 3 tahun dan kemudian bekerja pada raja. Hukum ini berlaku juga bagi kita sekarang. Jika kita ingin membuahkan prestasi, kita harus mau belajar dan terbuka dengan hal-hal yang baru. Prestasi apakah yang pernah Anda lakukan dan menjadi berkat bagi orang lain? Tanpa bermaksud menyombongkannya, ceritakanlah di dalam kelompok !


KEDUA, TIDAK MENGORBANKAN IMAN (1:8-9).

Banyak orang berprestasi karena “kekuatan” yang di dapat di luar Tuhan. Mereka menggunakan jasa orang-orang pintar, berharap pada kekuatan magis, dll. Tetapi orang yang demikian adalah orang yang terkutuk di hadapan Tuhan. Tuhan mau agar kita berketetapan untuk tidak menajiskan diri dengan hal-hal di luar diriNya. Justru karena Daniel dkk menjaga kekudusan, Tuhan memberkati mereka (lihat ayat 17 dan 20). Konsekwensi apa yang akan kita tanggung, jika tidak mengandalkan Tuhan dalam hidup kita? Ceritakan pengalaman Anda dalam hal ini.


KETIGA, MEMILIKI KEHIDUPAN DOA (6:11).

Prestasi Daniel adalah hal yang di dapat juga melalui kehidupan doa. Anak muda ini memiliki kehidupan doa yang teratur dalam kesehariannya. Ia tahu memprioritaskan hubungan pribadi dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan. Hal ini jugalah yang membuatnya memiliki roh yang luar biasa disbanding dengan orang-orang lain. Bagaimana dengan kehidupan doa Anda? Apa yang Anda rasakan berkaitan dengan prestasi hidup Anda?


S4 - SASARAN DAN RENCANA.

Milikilah sikap yang mau terus belajar, senantiasa mengandalkan Tuhan dalam doa dan tidak menjual iman kita demi prestasi.


Untuk kembali ke Website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :

gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACK di kiri atas.


HIDUP DALAM KUASA ALLAH


Kisah Para Rasul 1:8.

Kuasa yang kita miliki di dalam kehidupan sebagai orang Kristen dimulai, ketika Roh Kudus turun atas kita. Dunia mengenal bahwa ada kekuatan yang ‘natural’ (alamiah), tetapi juga ada kekuatan ‘supranatural’. Dalam kekristenan, Roh Kuduslah yang mengerjakan hal-hal supranatural itu. Kuasa apa sajakah yang kita miliki sebagai manifestasi Roh Allah?


PERTAMA, KUASA UNTUK MENJADI SAKSI (Kis. 1:8).

Efek pertama yang ditimbulkan oleh pendiaman dan pemenuhan Roh Kudus dalam kehidupan kita adalah kebranian untuk bersaksi. Selama ini masih muncul anggapan, bahwa bersaksi tentang Kristus adalah hal yang sukar dan menakutkan untuk dilakukan. Allah menjamin melalui RohNya bahwa ketika kita bersaksi, ada kuasa yang Maha besar yang sedang menyertai kita. Mengapa orang percaya masih takut bersaksi sementara mereka mengetahui bahwa Allah menyertai? Kemukakan pendapat Anda !


KEDUA, KUASA UNTUK MELAKUKAN TANDA-TANDA AJAIB (Mark. 16:17-18).

Mujizat dan tanda-tanda heran bukan hanya milik Tuhan. Ia sendiri telah memberikannya juga kepada orang-orang yang percaya. Tidak heran kalau kita melihat manifestasi kuasa Allah dalam pelayanan dan perjalanan hidup orang percaya. Pernahkah Anda mengalami sendiri apa yang dijanjikan Tuhan dalam Markus 16 ini? Ceritakanlah !


KETIGA, KUASA UNTUK HIDUP DAN BERBUAH (Gal. 5:16, 22).

Roh Kudus juga berkuasa untuk mengubah kehidupan seseorang agar ia semakin sempurna dan menjadi seperti Kristus. Untuk itulah ia memberi kemampuan bagi orang percaya untuk menghasilkan buah-buah Roh di dalam kehidupannya. Karakter Illahi yang terpancar dari kehidupan Kristen menunjukkan kuasa yang dilakukan Roh Kudus. Buah Roh manakah yang masih belum dihasilkan dengan maksimal dalam hidup Anda ! Apa yang Anda lakukan kemudian?


S4 - SASARAN DAN RENCANA.

Bersyukurlah karena kuasa kebangkitan Kristus yang besar itu menjadi bagian di dalam hidup Anda. Ceritakanlah kepada orang-orang yang belum mengalaminya.


Untuk kembali ke Website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :

gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACK di kiri atas.


KUASA KEBANGKITAN KRISTUS


I Korintus 15:12-19.

Kematian dan kebangkitan Kristus menjadi sentral kekristenan. Tanpa kematian dan kebangkitanNya, kekristenan hanya akan menjadi agama biasa yang berjalan tanpa kuasa. Apa yang kita yakini dan pegang selama disandarkan pada pondasi yang kuat, yaitu kepada Yesus, Allah yang hidup ! Apakah dampak kebangkitanNya bagi kita?


PERTAMA, IMAN KITA TIDAK SIA-SIA (15:14).

Paulus mengatakan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita. Apa yang dikatakannya itu benar. Apa gunanya kita beriman kepada orang-orang yang meskipun besar dan luar biasa semasa hidupnya, tetapi kini bisa kita ketemukan kuburannya? Yesus yang kita yakini adalah Pribadi yang hidup, bangkit dari antara orang mati, kuburnya kosong ! Ia menang atas maut ! Pernahkah Anda mengalami saat-saat dimana kelihatannya iman Anda sia-sia? Ceritakanlah di dalam kelompok !


KEDUA, KITA TIDAK HIDUP DALAM DOSA LAGI (15:17).

Dosa adalah masalah terbesar dan pergumulan manusia sepanjang hidupnya. Sudah berbagai cara ditempuh untuk mengatasinya, tetapi hasilnya selalu nihil. Agama, kebaikan, amal dan apapun usaha manusia, tak mampu membereskan dosa. Tetapi karya Kristus yang mati dan bangkit menjadi jaminan bagi penghapusan dosa. Kita yang percaya kepadaNya telah ditebus dari dosa-dosa kita. Apakah masih ada dosa-dosa pribadi yang membelenggu Anda? Jika ya, mintalah kuasa kebangkitanNya bekerja atas hidup Anda !


KETIGA, KEBANGKITANNYA ADALAH JAMINAN KEBANGKITAN KITA (15:51-52).

Kristus bangkit sebagai yang sulung diantara semua orang yang percaya padanya. Hidup kita tidak selesai di lubang kubur dan kemudian lenyap, tetapi akan berlanjut ke dalam kekekalan. Jalan menuju kekekalan bersama Kristus adalah kebangkitan atau pengangkatan. Hal ini dijamin oleh Firman Tuhan dan pasti akan terjadi. Hal apa yang membuat Anda ragu akan masa depan di kekekalan bersama Tuhan? Diskusikanlah !


S4 - SASARAN DAN RENCANA.

Bersyukurlah karena kuasa kebangkitan Kristus yang besar itu menjadi bagian di dalam hidup Anda. Ceritakanlah kepada orang-orang yang belum mengalaminya.


Untuk kembali ke Website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :

gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACK di kiri atas.


DOA YANG MENGUBAH BANGSA


Nehemia 1:1-11.

Sejak zaman Perjanjian Lama, Alkitab memberi petunjuk tentang bagaimana sikap dan tindakan orang percaya terhadap bangsanya. Kisah Nehemia memberikan penjelasan kepada kita, bahwa ia adalah sosok yang sangat mencintai bangsanya, apalagi ketika sedang mengalami kehancuran. Apa saja yang dilakukan Nehemia untuk kemudian bias Anda teladani?


PERTAMA, Memiliki Sikap Proaktif (1-2).

Nehemia tidak duduk diam dan menunggu, sebaliknya ia aktif menanyakan tentang orang-orang Yahudi yang terluput dan terhindar dari penawaran. Karena solidaritasnya yang tinggi terhadap bangsanya, ia melakukan hal itu. Dari hal ini kita bisa meneladaninya untuk memiliki sikap yang tanggap terhadap situasi dan kondisi. Mungkin ada orang-orang di sekitar kita yang memerlukan pertolongan. Sebagai anak Tuhan kita harus memulainya. Apakah contoh nyata yang bisa ditunjukkan orang percaya untuk peduli terhadap bangsanya?


KEDUA, MENJADI JURU SYAFAAT BAGI BANGSANYA (1:4-7).

Demi mendengar kota dan bangsanya hancur, Nehemia tidak berpangku tangan. Ia menangis, berkabung, berdoa puasa dan mengakui dosa dihadapan Allah. Ia tidak larut dalam kesedihan dan kekecewaan banyak orang sebangsanya, tetapi ia mengambil sebuah sikap yang tepat : menyerahkan semua pergumulan ini kepada Allah. Menurut yang Anda alami selama ini, seberapa berdampakkah doa-doa yang kita naikkan bagi bangsa kita?


KETIGA, MEMILIKI TEKAD UNTUK MEMBANGUN KEMBALI (2:17).

Prinsip “ora et labora” ternyata sudah dihidupi Nehemia. Ia tidak hanya berhenti sesudah berdoa, tetapi ia menyatakan, “Mari kita bangun kembali tembok Yerusalem..” Sesudah itu ia mengerahkan semua potensi diri dan bangsanya untuk kembali membangun. Dan hasilnya, tembok kota itu kembali berdiri. Hal konkrit (meskipun kecil) apakah yang bisa kita lakukan untuk berbuat sesuatu, agar kota dan bangsa kita berubah?


S4 - SASARAN DAN RENCANA

Rencanakanlah sebuah aksi nyata di dalam komsel Anda untuk memberkati lingkungan sekitar. Doakanlah agar apa yang Anda dan kelompok Anda lakukan menjadi dampak yang besar bagi lingkungan.


Untuk kembali ke Website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :

gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACK di kiri atas.


Kamis, 12 Maret 2009

MENELADANI KRISTUS DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN


Filipi 2:1-5

Selama langit dan bumi ada, tidak pernah ada teladan (baik perkataan maupun perbuatan) yang setara dengan apa yang telah Tuhan Yesus lakukan. Segala hal tentang Yesus begitu luar biasa, dasyat dan memukau. Sebagai anak-anakNya sudah seharusnya kitapun melakukan hal yang sama.Apakah teladan Yesus dalam perkataan dan perbuatan bagi kita?

TELADAN KRISTUS DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN:

1. PERKATAAN DAN PERBUATANNYA PENUH KUASA

Kisah 10:38 bertutur bahwa kemanapun Yesus pergi dan apapun yang dilakukanNya mendatangkan kuasa yang memulihkan, menyembuhkan dan juga menghancurkan kuasa iblis. Juga perkataanNya, penuh kuasa dan wibawa ilahi (Luk 4:32). Tidak ada perkataan dan perbuatan Yesus yang sia-sia dan hampa. Bila ingin meneladani hal ini, maka kita harus terlebih dahulu menyimpan, tinggal dan menghidupi Firman Tuhan (Yoh 15:7; Kol 3:16). Kira-kira apa yang bisa menyebabkan perkataan dan perbuatan Anda tidak memiliki kuasa?

2. PERKATAANNYA MENDATANGKAN KEHIDUPAN

Alangkah indahnya jika ketika kita sedang lemah, lesu dan tawar hati, kemudian roh dan jiwa kita dihidupkan kembali oleh perkataan seseorang. Demikianlah perkataan Yesus selalu memberikan kehidupan bagi orang yang membutuhkanNya (Yoh 6:63; Yes 40:28-29). Allah ingin agar perkataan kita menjadi pohon kehidupan yang memulihkan semangat dan kekuatan kepada orang di sekitar kita (Ams 15:4; Yes 50:4). Bagaimana dengan perkataan Anda selama ini?

3. PERKATAAN DAN PERBUATANNYA SELALU MENENTANG KEMUNAFIKAN, KEMAPANAN DAN ROH AGAMAWI

Selama pelayananNya, Tuhan Yesus selalu bertentangan dengan para ahli Taurat dan orang Farisi. Karena mereka selalu bersikap munafik, merasa benar sendiri, tidak mau berubah, tidak punya kasih dan sangat terbelenggu oleh roh agamawi (Mat 23 :23-28). Hal tersebut sangan Ia benci. Karena itu marilah kita singkirkan setiap sikap dan perbuatan yang demikian dari hidup kita. Marilah juga mengingatkan sesama kita agar tidak menjadi sama dengan cara hidup mereka. Apakah Anda masih memiliki sikap dan perbuatan yang sama dengan orang Farisi dan ahli Taurat? Dalam hal apa saja?

S4 – Sasaran dan Rencana

• Jika kita masih memiliki sikap dan perbuatan orang farisi dan ahli Taurat, buanglah dan tuntaskan hari ini agar kita tidak menyakiti hati Tuhan.

• Berhati-hatilah dalam berkata-kata dan berbuat sesuatu. Renungkan dalam hati: "Apakah yang Yesus lakukan jika Ia ada dalam posisi dan kondisiku?"

Untuk kembali ke website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :
gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACk di kiri atas.

BERTUMBUH DEWASA SECARA ROHANI


Efesus 4:11-16

Tuhan Yesus memiliki harapan dan tujuan yang luar biasa bagi umatNya. Ia ingin agar semua anak-anakNya bertumbuh mencapai kedewasaan yang penuh yaitu Kepenuhan Kristus (Ef. 4:13). Kedewasaan rohani merupakan hasil dari pembentukan karakter yang dilakukan oleh Allah seumur hidup kita.

Ciri-ciri orang yang dewasa rohani:

1.Mengenal Allah lebih mendalam (Fil. 3:10,8).

Pengenalan akan Allah adalah salah satu hal yang paling utama. Pengenalan ini bukan cuma secara pengetahuan (otak) saja. Melainkan pengenalan secara hubungan. Pengenalan ini merupakan pengenalan dari hati ke hati yang menghasilkan perubahan dan penyerahan tanpa batas. Bagaimana caranya agar Anda dapat mengenalNya secara mendalam?

2. Hidup yang menghasilkan buah (Yoh. 15:5).

Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Ia mau kita berbuah. Buah yang dimaksudkan diantaranya: Buah Roh, buah pelayanan dan buah jiwa-jiwa yang diselamatkan (lewat kesaksian/penginjilan). Hanya orang yang melekat pada Kristus dan yang mau terus dibersihkan yang dapat terus berbuah (Yoh 15:2-4). Buah apa saja yang sudah Anda hasilkan? Usaha apa yang akan Anda lakukan untuk menghasilkan buah di tahun ini?

3. Hidup untuk memberi dan melayani.

Orang Kristen dewasa meneladani Yesus yang datang ke dunia untuk melayani dan memberikan nyawaNya (Mark. 10:45). Mereka juga mempraktekkan ajaran Kristus: "Adalah terlebih berbahagia memberi daripada menerima" (Kis. 20:35). Orang Kristen dewasa selalu berprinsip: Aku diberkati untuk memberkati sesama.

4. Menjalani proses Allah (Ibrani 12:11).

Proses pembentukan Allah biasanya menyakitkan. Hal ini Tuhan ijinkan agar yang keras hati dapat berubah menjadi lembut, yang angkuh menjadi rendah hati dan yang memberontak menjadi taat (Ul 8:2-3). Semua didikan dan disiplin ini seharusnya kita terima dengan sukacita dan bersyukur, bukan dengan bersungut-sungut. Ceritakan pengalaman Anda tentang hal ini?

S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Sadarilah bahwa tujuan Tuhan bagi kita bukan sekedar agar kita diberkati, tetapi agar setiap kita mencapai kedewasaan penuh seperti Dia. Buatlah target, karakter dan sifat apa saja yang ingin Anda tinggalkan dan hal-hal apa saja yang Anda ingin tingkatkan.

Untuk kembali ke website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :
gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACk di kiri atas.

PEMBENTUKAN KARAKTER LEWAT KOMSEL


Kisah Para Rasul 2:41-47

Seperti juga keluarga, kelompok sel merupakan tempat terbaik untuk pertumbuhan rohani, khususnya pembentukkan karakter. Hal apa sajakah yang akan terjadi jika kita aktif terlibat dalam sebah komunitas?

KOMSEL ADALAH TEMPAT UNTUK PEMBENTUKKAN KARAKTER:

1. Saling Mempertajam (Amsal 27:17)

Setiap hubungan antar manusia pasti beresiko adanya gesekan, demikian juga dalam komsel. Dengan banyaknya perbedaaan diantara anggota, pasti ada kemungkinan terjadi ketidak cocokan, konflik, tersinggung, kecewa dan sakit hati. Jika kita tidak dewasa dalam menanggapinya, maka akan timbul gap antar anggota atau berujung pada keluarnya salah seorang anggota sel. Tetapi jika kita bijak, kita akan menilai bahwa semua gesekan ini dapat mengasah kita agar karakter kita semakin sempurna.

Allah ingin agar kita menjadi pelaku Firman. Dalam kondisi apakah (di dalam komsel) Anda bisa melakukan Firman Tuhan ini (Mark 12:31, Kol 3:13, Luk 6:27)?

2. Saling membangun (1 Tes 5:11 )

Kelompok sel yang hidup adalah kelompok sel yang anggotanya dapat saling membangun. Sehingga mereka merasa dikuatkan dan dibangkitkan setiap kali mengalami tekanan dan masalah. Dengan kasih kita dapat saling menasehati, menguatkan, menegor, mendoakan dan menyampaikan Firman yang sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi (2 Tim 4:1-2). Tujuannya bukan untuk menghakimi tetapi untuk membangun. Ceritakan pengalaman Anda ketika merasa dikuatkan oleh saudara seiman pada saat mengalami suatu masalah yang berat!

3. Pemuridan / Mentoring

Komsel juga merupakan tempat terbaik untuk pemuridan/mentoring. Yang dimaksud dengan pemuridan bukan cuma dalam hal pengetahuan Firman. Melainkan impartasi lewat teladan hidup. Inilah yang selalu dilakukan oleh Paulus, sehingga ia berhasil mencetak murid-murid yang berkualitas luar biasa (1 Kor 4:16; 2 Tim 3:10). Percuma jika kita memiliki banyak pengetahuan tentang Firman tetapi karakter kita tetap kerdil/kekanak-kanakan. Saksikan kemajuan kerohanian yang Anda peroleh setelah mengikuti komsel!

S4 – Sasaran dan Rencana (10 menit)

Bisakah hal-hal tersebut dilakukan dalam komsel Anda? Diskusikanlah.

Untuk kembali ke website GBI Tasikmalaya, silahkan ketik :
gbitsmonline.cjb.net atau tekan BACk di kiri atas.